Berlaku Baik pada Binatang

Assalamu’alaikum, siswaku …

Apa kabarnya hari ini? Sesibuk apapun kalian, jangan lupa tersenyum ya hari ini 🙂

Oiya, Pak Guru mau bertanya … adakah di antara kalian yang punya hewan peliharaan di rumah? Kalau ada, hewan apa yang kalian pelihara? Wah … pasti seru ya menyempatkan waktu bermain bersama hewan peliharaan kalian. Hmm … Pak Guru boleh tahu siapa nama hewan peliharaan kalian? 🙂

Hari ini, kita akan membahas bersama tentang perlunya berlaku baik terhadap binatang. Yuk kita bahas bersama.


Sejak awal, Muslim memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, termasuk terhadap bi

natang. Ini semua berpijak pada ajaran Nabi Muhammad SAW. Manusia diciptakan sebagai khalifah dan mestinya menjadi yang terbaik di antara segala ciptaan Allah SWT yang ada di bumi ini.

Kepedulian ini telah berkembang sejak masa Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dalam Islam, disebutkan bahwa seseorang yang menanam sesuatu, kemudian apa yang ia tanam menjadi sumber makanan burung atau hewan lainnya, itu dianggap sebagai amal kebaikan.

Masa Islam bahkan seakan menjadi surga bagi binatang. Anjing, kucing, burung, dan semua jenis binatang mendapatkan perhatian penuh dari penguasa Islam. Tak ada perlakuan kasar terhadap binatang.

Seorang ilmuwan bernama Le Bon, yang dikutip Muslimheritage, mengungkapkan, burung-burung secara bebas beterbangan dalam masjid-masjid di wilayah Islam, bahkan mereka membangun sarang di sekitar bangunan masjid.

Burung-burung liar yang hinggap di tanah tak pernah mendapatkan gangguan. Tak ada satu pun anak-anak yang merusak sarang-sarang burung. Ia mengungkapkan, di Kairo, Mesir, di sebuah masjid, banyak kucing datang ke sana dalam jam-jam tertentu.

Ternyata, ini telah menjadi kebiasaan. Kucing tersebut datang untuk mendapatkan makanan yang berasal dari para penderma yang dikumpulkan melalui masjid. Menurut Le Bon, ini menunjukkan moralitas sebuah bangsa dan orang-orang Islam.

Di dunia Islam, seorang muhtasib atau kepala polisi tak hanya bertanggung jawab mencegah warga melanggar hukum agama dan sipil. Namun, ia juga memiliki tanggung jawab untuk mampu mencegah warga memberi makanan yang tak memadai pada hewan yang dimilikinya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *